Journal of Innovative and Creativity
Vol. 6 No. 2 (2026)

ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN {PENGARUH TEMUAN SAINS TERHADAP PERUBAHAN ISLAM

suryati, suryati (Unknown)
Muhaimin, Muhammad Arifal (Unknown)
adiyansyah, farel (Unknown)
nissa, khoirun (Unknown)
nesa, khoirun (Unknown)
rizki, desembrian (Unknown)
sodikim, muhammad (Unknown)
Juliantih, Juliantih (Unknown)
roskialuna, roskialuna (Unknown)
alenciafira, alenciafira (Unknown)
nisela, indria (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 May 2026

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi pada era modern berkembang sangat cepat dan dinamis, sementara agama sering dipandang bergerak lebih lambat karena berpegang pada prinsip-prinsip yang bersifat tetap. Perbedaan ritme ini kerap menimbulkan kesan ketidakharmonisan antara agama dan sains. Namun, dalam perspektif Islam, keduanya tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Dalam kajian keislaman, Islam dipahami sebagai ajaran yang diturunkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pedoman hidup manusia secara menyeluruh. Salah satu karakter utama Islam adalah penekanannya terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Baik Al-Qur’an maupun Al-Sunnah secara konsisten mendorong umat Islam untuk mencari ilmu, mengembangkan pemikiran, dan menggali hikmah dari berbagai aspek kehidupan. Bahkan, orang-orang berilmu ditempatkan pada derajat yang tinggi karena perannya dalam membangun peradaban. Jika diperhatikan lebih dalam, perintah menuntut ilmu dalam Al-Qur’an bersifat universal, tidak terbatas hanya pada ilmu agama, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu umum selama membawa manfaat. Ukuran utama dalam Islam bukan sekadar jenis ilmunya, melainkan sejauh mana ilmu tersebut memberikan kemaslahatan dan mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup secara material, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan moral. Pertemuan umat Islam dengan dunia modern memunculkan berbagai respons pemikiran. Di antaranya adalah gerakan yang menekankan kembali kepada sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Qur’andan Sunnah, serta gerakan pembaruan (tajdid) yang berupaya menyesuaikan pemahaman Islam dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasarnya.Kedua pendekatan ini pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kemurnian ajaran sekaligus memastikan relevansinya dalam menghadapi tantangan modern. Pembaruan dalam Islam bukan berarti mengubah ajaran pokok, melainkan memperbarui cara memahami dan mengaplikasikannya sesuai konteks. Selama pembaruan tersebut tidak menghilangkan nilai-nilai fundamental, justru ia dapat memperkuat posisi umat Islam di tengah perkembangan global. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas wawasan, dan memperkokoh keimanan. Dengan demikian, hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan bukanlah hubungan yang kontradiktif, melainkan integratif.Ketidakharmonisan yang tampak sering kali bukan berasal dari ajaran Islam itu sendiri, tetapi dari cara manusia memahami dan mengimplementasikannya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang antara wahyu dan akal agar keduanya dapat berjalan selaras dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

joecy

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Social Sciences Other

Description

Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality ...