Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Protection of Industrial Design Law in the Enhancement of Economic Development in Indonesia Nissa, Khoirun
Journal of Private and Commercial Law Vol 3, No 2 (2019): November
Publisher : Faculty of Law, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpcl.v3i2.19774

Abstract

Legal protection of Industrial Design in Indonesia through Law Number 31 of 2000, the government's determination to protect the right holders of Industrial Design from various forms of violations such as plagiarism, piracy or imitation. The more comprehensive safeguards are expected to be a driving factor to increase the creativity of designers. This research is legal research in a normative juridical study with the consideration that the starting point of the research analysis of legislation is the rules regarding intellectual property rights. Industrial Design Arrangements within the framework of the Law on Intellectual Property Rights are inseparable from Indonesia's participation in international agreements in the field of trade, by participating in the WTO agreement, Indonesia has ratified the WTO with Law Number 7 of 1994. Indonesia must impose TRIPs as provisions governing Rights Intellectual Property. The existence of industrial design laws provides protection to designers to prevent and resolve disputes in the field of Industrial Design to the right holders of Industrial Design to make designers to be more creative and productive in creating and producing. The legal arrangement of Industrial Design which is most important in filing rights is related to the element of novelty in the creation of works of Industrial Design. The Copyright Approach in Industrial Design is when an Industrial Design is registered, it will immediately get protection. Where the priority is the originality of a Design. The Patent approach used is in terms of new requirements and substantive examination. Keywords: Industrial Design, Legal Protection, Indonesia 
Pengaruh Pemberian Jerami Daun Bawang Merah Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Konsumsi Ransum dan Pertamba-han Bobot Badan Harian (PBBH) Pada Itik Jantan Magelang Nissa, Khoirun; Nugraha, Yonas Aditya; Syiva Tyas Mumpuni, Wening; Rifhana Hanifa, Izza; Solakhuddin, Anwar; Mangisah, Istna
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27, No 3 (2017): Desember
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2017.027.03.09

Abstract

Bawang merah memiliki senyawa aktif seperti allisin, allin, flavonoid, alilpropil disulfide, fitosterol, flavonol, triproponal sulfoksida, pektin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jerami daun bawang merah sebagai pakan alternatif terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian pada itik Magelang. Penelitian ini menggunakan perlakuan ransum sebagai berikut: T0: 100% campuran bahan pakan + 0 % tepung DBM, T1: 97% campuran bahan pakan + 3 % tepung DBM, T2: 94% campuran bahan pakan + 6 % tepung DBM, T3: 91% campuran bahan pakan + 9 % tepung DBM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun bawang merah pada ransum itik jantan Magelang tidak menunjuukan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun bawang merah tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian pada itik selama proses pemeliharaan.
Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Relapse Skizofrenia Hebefrenik: Case Report Nissa, Khoirun; Kurniawan, Kurniawan
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i4.2062

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang angka kejadiannya terus meningkat setiap tahunnya. Skizofrenia dapat menyebabkan masalah kesehatan jiwa yaitu halusinasi, perilaku kekerasan, harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri. Skizofrenia hebefrenik memiliki ciri khas yaitu regresi pola pikir, emosi labil, wajah konyol, tawa yang aneh, menangis tiba-tiba dan menarik diri secara ekstrem. Jika tidak ditangani dengan tepat menyebabkan relapse pada penderita skizofrenia. Tujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan jiwa dengan masalah kepatuhan minum obat pada pasien relapse skizofrenia hebefrenik. Metode penulisan yang digunakan adalah case report dengan beberapa langkah yang dimulai dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil pemberian asuhan menunjukkan adanya penurunan pada skizofrenia yaitu klien merasa tenang, mampu menghadapi dan mengendalikan halusinasi, mampu mengingat kejadian di masa lalu dan menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan, serta mampu berbicara dengan bebas dan mampu mengungkapkan perasaan bahwa klien merindukan kedua anaknya. Asuhan keperawatan yang telah diberikan efektif dalam mengurangi tanda dan gejala serta memberikan stimulus dan dukungan dalam meningkatkan kualitas hidup klien. Asuhan keperawatan ini dapat diaplikasikan pada klien dengan skizofrenia hebefrenik yang mengalami relapse dengan masalah ketidakpatuhan minum obat.
Pengembangan Materi dan Metode Pembelajaran Selantang untuk Pemberdayaan Lansia Kelurahan Mojolangu Malang Sonhaji, Sonhaji; Sa’adah, Lailatus; Andiani, Lidia; Saputra, Achbar Adi; Nissa, Khoirun
Jurnal ABM Mengabdi Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v12i1.1580

Abstract

This activity aims to help empower the Elderly Family Development through Selantang, Mojolangu Village, Lowokwaru District, Malang City. Activities include designing an effective curriculum and learning methods according to the characteristics of the elderly community. Learning materials include the dimensions of resilient elderly, from physical to spiritual dimensions. The methods used are training and implementation assistance for Selantang members. Learning activities use “angklung” as a medium. Members are invited to use it as a means of entertainment and learning as well as reflection and management of emotions connected to spirituality. This activity produces a curriculum and learning method guidebook and learning facilities with the principle of "Learning Happily". The Elderly Family Development administrators and Selantang members not only gain knowledge and learning techniques, they can also practice managing emotions and spirituality in their daily lives and can feel more peace and calm, strengthen gratitude, and get closer to God. They are also enthusiastic about maintaining a balance between physical, emotional, and spiritual health
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN {PENGARUH TEMUAN SAINS TERHADAP PERUBAHAN ISLAM suryati, suryati; Muhaimin, Muhammad Arifal; adiyansyah, farel; nissa, khoirun; nesa, khoirun; rizki, desembrian; sodikim, muhammad; Juliantih, Juliantih; roskialuna, roskialuna; alenciafira, alenciafira; nisela, indria
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10733

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi pada era modern berkembang sangat cepat dan dinamis, sementara agama sering dipandang bergerak lebih lambat karena berpegang pada prinsip-prinsip yang bersifat tetap. Perbedaan ritme ini kerap menimbulkan kesan ketidakharmonisan antara agama dan sains. Namun, dalam perspektif Islam, keduanya tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Dalam kajian keislaman, Islam dipahami sebagai ajaran yang diturunkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pedoman hidup manusia secara menyeluruh. Salah satu karakter utama Islam adalah penekanannya terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Baik Al-Qur’an maupun Al-Sunnah secara konsisten mendorong umat Islam untuk mencari ilmu, mengembangkan pemikiran, dan menggali hikmah dari berbagai aspek kehidupan. Bahkan, orang-orang berilmu ditempatkan pada derajat yang tinggi karena perannya dalam membangun peradaban. Jika diperhatikan lebih dalam, perintah menuntut ilmu dalam Al-Qur’an bersifat universal, tidak terbatas hanya pada ilmu agama, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu umum selama membawa manfaat. Ukuran utama dalam Islam bukan sekadar jenis ilmunya, melainkan sejauh mana ilmu tersebut memberikan kemaslahatan dan mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup secara material, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan moral. Pertemuan umat Islam dengan dunia modern memunculkan berbagai respons pemikiran. Di antaranya adalah gerakan yang menekankan kembali kepada sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Qur’andan Sunnah, serta gerakan pembaruan (tajdid) yang berupaya menyesuaikan pemahaman Islam dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasarnya.Kedua pendekatan ini pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kemurnian ajaran sekaligus memastikan relevansinya dalam menghadapi tantangan modern. Pembaruan dalam Islam bukan berarti mengubah ajaran pokok, melainkan memperbarui cara memahami dan mengaplikasikannya sesuai konteks. Selama pembaruan tersebut tidak menghilangkan nilai-nilai fundamental, justru ia dapat memperkuat posisi umat Islam di tengah perkembangan global. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas wawasan, dan memperkokoh keimanan. Dengan demikian, hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan bukanlah hubungan yang kontradiktif, melainkan integratif.Ketidakharmonisan yang tampak sering kali bukan berasal dari ajaran Islam itu sendiri, tetapi dari cara manusia memahami dan mengimplementasikannya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang antara wahyu dan akal agar keduanya dapat berjalan selaras dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban.