Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen rantai pasok halal pada usaha Sate Ayam H. Tukri berbasis prinsip Maqasid Syariah serta pengaruhnya terhadap tingkat kepercayaan konsumen Muslim. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemilik usaha, serta wawancara semi-terstruktur dengan konsumen. Analisis dilakukan terhadap seluruh alur rantai pasok mulai dari pengelolaan bahan baku, pemotongan, pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip halal pada setiap tahapan rantai pasok telah memenuhi standar syariah terutama dalam aspek pemilihan bahan baku, higienitas alat, pemisahan material, dan kepatuhan terhadap tata cara penyembelihan. Integrasi nilai Maqasid Syariah meliputi hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-‘aql, hifz an-nasl, dan hifz al-mal terlihat tercermin dalam operasional usaha, mulai dari transparansi proses, perlindungan kesehatan konsumen, hingga pengelolaan produk yang efisien. Wawancara dengan 10 konsumen menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kehalalan Sate Ayam H. Tukri. Faktor utama yang mendorong kepercayaan adalah reputasi usaha, kesesuaian proses dengan prinsip syariah, pemilihan bahan baku yang jelas asal-usulnya, serta pengaruh sosial dari rekomendasi keluarga dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan model konseptual manajemen rantai pasok halal berbasis Maqasid Syariah yang dapat diadopsi oleh UMKM kuliner halal lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan rantai pasok halal yang konsisten merupakan strategi penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen Muslim.
Copyrights © 2026