Prosedur ekstraksi gigi pada anak berpotensi menimbulkan kecemasan. Secara fisiologis kecemasan dapat direspon dengan terjadinya peningkatan denyut nadi. Salah satu strategi untuk mengalihkan perhatian pasien dari situasi yang dapat berpotensi membahayakan ataupun tidak menyenangkan selama perawatan dental yaitu menggunakan distraksi murottal Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan desain pretest-posttest with control group. Sebanyak 32 anak dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji General Linear Model dengan post hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan rerata denyut nadi sebelum, sesaat sebelum, serta saat ekstraksi gigi pada kelompok perlakuan mengalami penurunan secara berurutan yaitu 89,69±13,460, 80,44±13,937, 78,25±13,891, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan secara berurutan yaitu 86,13±11,994, 91,75±11,501, 95,69±13,682. Uji General Linear Model dengan post hoc Bonferroni memperlihatkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) rerata denyut nadi sesaat sebelum dan saat ekstraksi gigi antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian distraksi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan denyut nadi anak selama prosedur ekstraksi gigi.
Copyrights © 2026