Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam keberhasilan organisasi, khususnya pada industri manufaktur. PT XYZ, sebuah perusahaan keluarga yang mengalami transisi kepemimpinan, menghadapi penurunan kinerja yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 240 karyawan tetap level operator, dengan sampel sebanyak 150 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,558; p = 0,000) dan kepuasan kerja (β = 0,486; p = 0,000). Kepemimpinan transformasional juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,559; p = 0,000) dan kepuasan kerja (β = 0,556; p = 0,000). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,148; p = 0,003) serta memediasi secara parsial hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh tujuh hipotesis diterima. Peningkatan kualitas lingkungan kerja dan penguatan kepemimpinan transformasional diperlukan untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan.
Copyrights © 2026