Pengelolaan sampah organik dan konservasi air masih menjadi persoalan utama di kawasan ekowisata pesisir, terutama pada wilayah dengan daya dukung lingkungan yang terbatas. Desa Apar, Kota Pariaman, sebagai kawasan ekowisata berbasis pesisir dan mangrove, menghadapi permasalahan meningkatnya timbulan sampah organik dari aktivitas rumah tangga dan wisata, serta rendahnya kemampuan tanah dalam meresapkan air yang berpotensi menimbulkan genangan dan degradasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan konservasi air tanah. Mitra pengabdian meliputi masyarakat Desa Apar, perangkat desa, dan pelaku ekowisata yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi lingkungan, pelatihan teknis pembuatan dan pemanfaatan biopori, penerapan teknologi di lokasi strategis, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, berkurangnya pembuangan sampah organik ke lingkungan, serta terbentuknya kompos awal dari biopori yang dimanfaatkan untuk tanaman sekitar. Selain itu, biopori mampu meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi genangan air di kawasan ekowisata. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa teknologi biopori yang diintegrasikan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif mendukung pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan dan berpotensi direplikasi pada kawasan ekowisata lainnya.
Copyrights © 2026