Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Diaper Rash dengan Pencegajan Diaper Rash pada Bayi Almukarramah, Mukminah; Hamarno, Rudi; Apsari, Duhita Dyah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 6 No. 1 (2024): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v6i1.4321

Abstract

Diaper Rash merupakan gangguan kulit yang paling sering terjadi pada bayi. Diaper rash disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya penggunaan diapers, infeksi jamur candida albicans yang berasal dari feses, urin dan perawatan perianal yang kurang baik. Pengetahuan ibu sangat erat kaitannya dengan pendidikan, sehingga akan mempengaruhi perilaku ibu dalam menjaga kesehatan kulit pada anak. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diaper rash dengan pencegahan diaper rash pada bayi usia 1-12 bulan. Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 52 ibu yang memiliki bayi usia 1-12 bulan di PMB “YI”. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang diaper rash dan kuesioner pencegahan diaper rash. Analisa data menggunakan uji spearmank rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan cukup sebanyak 59,6% dan hampir seluruh ibu melakukan pencegahan dengan baik sebanyak 90,4%. Hasil Uji Spearmank rank didapatkan p value 0,002 dan coefficient correlation 0.414 menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang diaper rash dengan pencegahan diaper rash pada bayi dengan arah hubungannya positif. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan diaper rash yaitu dengan menambah wawasan dengan melakukan konseling atau mencari informasi melalui media massa ataupun media lainnya tentang diaper rash.
Hubungan Status Kehamilan dengan Tingkat Stres pada Ibu Hamil Primigravida Jumrah, Jumrah; Suriani; Almukarramah, Mukminah
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3660

Abstract

Selama kehamilan, terjadi adaptasi secara biologis dan juga emosional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologis ibu. Ibu hamil primigravida sering dikaitkan dengan kejadian stress selama fase kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status kehamilan dengan tingkat stress pada ibu hamil primigravida dan mengukur seberapa besar status kehamilan mempengaruhi tingkat stres. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 ibu hamil primigravida yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 16 dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan terprogram sebagian besar berada pada tingkat stres sedang, yaitu 18 orang (58,1%), stres ringan 9 orang (29%) dan yang mengalami stres berat 4 orang (12,9%). Sementara itu, pada ibu dengan kehamilan tidak terprogram, mayoritas juga berada pada tingkat stres sedang yaitu 7 orang (70%), sedangkan stres ringan dialami oleh 1 orang (10%) dan stres berat oleh 2 orang (20%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status kehamilan dan tingkat stres pada ibu hamil primigravida (p = 0,458 > 0,05). Status kehamilan baik diprogram maupun tidak diprogram, tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada ibu hamil primigravida.