Tingginya biaya pakan mendorong perlunya bahan baku lokal alternatif, salah satunya tepung daun asam terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar pada babi fase grower. Penelitian menggunakan 12 ekor babi grower (peranakan Landrace × Duroc) dengan bobot awal 30–47 kg. Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan diterapkan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% ransum basal), P1 (95% basal + 5% tepung daun asam terfermentasi), P2 (90% basal + 10%), dan P3 (85% basal + 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (1,23–1,27 kg/ekor/hari), kecernaan serat kasar (46–49%), maupun kecernaan lemak kasar (62–65%). Dengan demikian, penggunaan tepung daun asam terfermentasi hingga level 15% dalam ransum menghasilkan kecernaan yang setara dengan ransum basal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tepung daun asam terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan lokal alternatif untuk mendukung formulasi ransum babi yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026