Masalah kesehatan berbasis lingkungan masih sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, salah satunya penyakit diare yang berkaitan dengan rendahnya praktik kebersihan tangan dan perilaku jajan tidak sehat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada beberapa sekolah dasar di Desa Banjar, Kabupaten Banyuwangi, sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada tiga sekolah dasar pada tanggal 13–15 Januari 2025 dengan melibatkan 87 siswa kelas III–V. Metode yang digunakan berupa community-based program melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, media edukasi visual, serta praktik langsung cuci tangan pakai sabun. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one group pretest–posttest dengan analisis uji paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 48,28 menjadi 66,67 setelah intervensi. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan langkah mencuci tangan dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan praktik langsung dan media interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026