Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di tingkat lokal masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat serta ketergantungan pada pendekatan digital yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan potensi penghimpunan dana sosial keagamaan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berbasis komunitas melalui pendekatan kepercayaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan edukasi, pendampingan pengurus, praktik lapangan, dan evaluasi yang melibatkan pengelola zakat di tingkat lokal serta masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengurus terkait pentingnya membangun kepercayaan, perbaikan pola komunikasi dengan masyarakat, serta mulai diterapkannya transparansi sederhana dalam pelaporan pengelolaan dana. Selain itu, keterlibatan tokoh masyarakat dalam pendekatan komunitas terbukti mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada penguatan strategi penghimpunan berbasis relasi sosial yang menempatkan kepercayaan sebagai instrumen utama, bukan sekadar pelengkap dari sistem digital. Pendekatan ini menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai lokal, peran tokoh masyarakat, dan praktik transparansi sederhana dapat menjadi model alternatif yang kontekstual dan adaptif dalam meningkatkan penghimpunan dana ZIS di tingkat komunitas. Dengan demikian, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya bergantung pada teknologi digital, tetapi juga memerlukan penguatan relasi sosial dan kepercayaan untuk mencapai hasil yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026