Banjir yang terjadi di wilayah Martubung menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis dan terbatasnya akses pelayanan kesehatan setelah bencana. Permasalahan utama mitra adalah belum optimalnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur dan berbasis masyarakat sehingga deteksi dini penyakit belum maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan berbasis Pos Pembinaan Terpadu sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan, memberikan edukasi kesehatan, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, simulasi, dan praktik langsung melalui pendekatan lima meja yang terdiri dari registrasi, anamnesa, pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi, serta edukasi dan konseling. Kegiatan dilaksanakan di posko banjir Martubung dengan melibatkan 55 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta tidak memiliki riwayat penyakit, namun ditemukan beberapa kasus tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan ringan seperti penyakit kulit. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit, sehingga efektif sebagai upaya promotif dan preventif pascabanjir.
Copyrights © 2026