Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Pregnant and Postpartum Family Dalam Management ASI dan Harvesting Colostrum Dilma'aarij Agustia; Dita Anggriani Lubis; Devi Avrilianda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hxpfzq47

Abstract

Menyusui menjadi salah satu tantangan ibu nifas yang membutuhkan banyak perhatian. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologi, sosial dan emosional. Data menunjukkan bahwa angka cakupan ASI eksklusif masih rendah, sebagian besar ibu mengalami kendala teknis maupun psikologis dalam proses menyusui. Permasalahan yang sering ditemui meliputi pelekatan yang tidak tepat, nyeri pada puting, anggapan ASI tidak cukup, hingga kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui perlu dimulai sejak masa kehamilan. Edukasi pada trimester ketiga kehamilan terbukti efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dan meminimalisir masalah yang sering timbul pada periode menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pendidikan masyarakat, tim melakukan penyuluhan edukasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kesadaran ibu hamil, ibu nifas dan juga keluarga dalam mempersiapkan menyusui. Metode ini dikombinasikan dengan menggunakan leaflet yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang management ASI. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta memahami materi edukasi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, hasil pretest menunjukkan nilai rendah sebanyak 7% dan nilai tinggi sebanyak 3%. Berbeda dengan hasil posttest dimana semua peserta memiliki nilai tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya edukasi mengenai management ASI tidak hanya kepada ibu nifas, namun juga ibu hamil dan juga keluarga dengan menggunakan media edukasi leaflet. Pengetahuan dan skills yang bagus akan memberdayakan ibu dan keluarga untuk bisa menangani permasalahan menyusui.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi PHBS Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Desa Suka Damai Dilma'aarij Agustia; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w5xp4122

Abstract

Banjir yang terjadi di Desa Suka Damai menyebabkan genangan air di lingkungan sekolah dan pemukiman sekitar sehingga menimbulkan kondisi lingkungan yang lembab dan kurang higienis, keterbatasan ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, ISPA, dan demam. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit akibat kontaminasi air, sanitasi yang buruk, serta perubahan perilaku hidup masyarakat pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, penggunaan media audio visual berupa video cuci tangan enam langkah, serta demonstrasi dan praktik langsung oleh siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 104295 Desa Suka Damai dengan melibatkan 19 siswa kelas 3. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan praktik ulang cuci tangan oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya PHBS, khususnya praktik cuci tangan yang baik dan benar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi PHBS melalui metode interaktif dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir.
Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Posbindu Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Martubung Rut Yohana Girsang; Dilma'aarij Agustia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/pkk78273

Abstract

Banjir yang terjadi di wilayah Martubung menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis dan terbatasnya akses pelayanan kesehatan setelah bencana. Permasalahan utama mitra adalah belum optimalnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur dan berbasis masyarakat sehingga deteksi dini penyakit belum maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan berbasis Pos Pembinaan Terpadu sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan, memberikan edukasi kesehatan, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, simulasi, dan praktik langsung melalui pendekatan lima meja yang terdiri dari registrasi, anamnesa, pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi, serta edukasi dan konseling. Kegiatan dilaksanakan di posko banjir Martubung dengan melibatkan 55 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta tidak memiliki riwayat penyakit, namun ditemukan beberapa kasus tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan ringan seperti penyakit kulit. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit, sehingga efektif sebagai upaya promotif dan preventif pascabanjir.
GENDER DISCRIMINATION IN THE WORKPLACE AND ITS IMPLICATIONS FOR REPRODUCTIVE HEALTH: SYSTEMATIC REVIEW Dilma'aarij Agustia; Tantri Yunita Ratna; Alfira Fitriana; Pamogsa Daniyar; Bilqis Nur Mustofa; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol. 25 No. 1 (2026): MARWAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender discrimination in the workplace remains a global issue affecting social, economic, and health aspects. Unequal treatment in wages, career advancement, promotion opportunities, and access to workplace resources may contribute to psychological stress and adverse reproductive health consequences among women. These conditions can impact reproductive health, including difficulties related to pregnancy, making this issue important to analyze and address. This study aims to explore workplace gender discrimination and its implications for reproductive health through a systematic review. The keywords used were “Gender Discrimination” AND “Work Environment” AND “Reproductive Health”. This study took articles from 2014-2024 that discussed gender discrimination in the workplace and its implications for reproductive health. Result is A total of 1,710 articles were obtained. In the analysis phase, seven articles were selected for analysis. The findings consistently showed that workplace gender discrimination negatively affects women’s reproductive health through several pathways, including chronic psychological stress, reduced access to reproductive health support, delayed pregnancy planning, lower childbirth intentions, menstrual disorders, and increased risks associated with hazardous occupational exposures. The reviewed studies also highlighted persistent inequalities in wages, promotion opportunities, and workplace treatment across various employment sectors and countries. Workplace gender discrimination across sectors affects reproductive health through stress, hazardous conditions, and reduced opportunities for family planning and sexual health. Gender discrimination in the workplace also directly affects women’s reproductive health.   Keywords: discrimination, work environment, reproductive health, gender.