Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 6 No 1 (2026)

BUDAYA PATRIARKI DAN PEMBERONTAKAN PEREMPUAN (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS)

suharsono (Unknown)
Firdha Mutmainnah (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 May 2026

Abstract

ABSTRAK: Diskriminasi terhadap perempuan masih sangat kuat, tidak hanya dialami secara langsung, tetapi juga banyak dijumpai dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi perempuan dalam sebuah karya sastra yaitu dalam novel “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” karya Dian Purnomo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis (AWK) model Sara Mills. Fokusnya pada wacana tentang tokoh perempuan dan kedudukan subyek-obyek serta penulis-pembaca dalam novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penulis memposisikan perempuan sebagai subyek dalam novel tersebut karena Magi mendefinisikan dan menampilkan dirinya dalam teks, serta bebas mengungkapkan kemarahannya sendiri. Namun perempuan dalam novel ini juga menempati posisi obyek. Ia selalu menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki, budaya dan keluarganya hingga ia memutuskan untuk memberontak terhadap segala sesuatu yang menindasnya. Dengan cara ini, peran dan relasi gender dalam novel dapat muncul dengan sendirinya dan juga dapat memainkan peran ganda. Pesan tentang perlawanan perempuan secara gamblang penulis sampaikan melalui narasi Magi. Ia memberikan ruang untuk mengekspresikan identitasnya dan menolak menjadi korban diam untuk mengajak pembaca terlibat aktif dalam penafsiran teks dan merefleksikan implikasi kekuasaan dan gender yang tercermin dalam novel serta menilai dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. KATA KUNCI: AWK; Sara Mills; karya sastra; novel; feminis >  PATRIARCHAL CULTURE AND WOMAN’S REBELLION (SARA MILLS’ CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS)   ABSTRACT: Discriminations against women are still very strong, not only experienced directly, they are also often found in literary works. This study aims to find out how women are positioned in a literary, namely in the “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” novel by Dian Purnomo. This study is qualitative-descriptive. The data analysis technique used in this study is the Sara Mills model of Critical Discourse Analysis (CDA). It focuses on discourse about female characters and the position of subject-object and writer-reader in the novel. The results of this study show that the author positions women as subject in the novel because Magi defines and presents herself in the text, and she freely expresses her own anger. However, woman in this novel also occupy an object position. She was always the object of violence perpetrated by men, culture, and her own family until she decided to rebel against everything that oppressed her. In this way, gender roles and relations in the novel can present themselves and can play multiple roles. The author clearly conveys a message about women’s resistance through Magi’s narrative. She gives her space to express her own identity and refuses to be a silent victim to invite readers to actively engage in the interpretation of the text and reflect on the implications of power and gender reflected in the novel and assess their impact on everyday life. KEYWORDS: CDA; Sara Mills; literary work; novel; feminist

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

anafora

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) ...