Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) diterapkan sebagai standarisasi penilaian kemampuan bahasa Arab sekaligus prasyarat kelulusan wajib mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Namun, tingkat kelulusan yang rendah dari tahun 2025 menunjukkan adanya kendala signifikan yang dihadapi mahasiswa dalam menjawab soal TOAFL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk masalah yang dihadapi mahasiswa, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, dan menjajaki upaya mengatasi problematika tersebut, khususnya yang berfokus pada struktur sintaksis seperti mubtada dan khabar. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terhadap mahasiswa IAI Yapnas Jeneponto pada prodi Pendidikan Bahasa Arab yang mengikuti tes pada tahun 2025. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan berat pada bagian tata bahasa (Fahm al-Tarâkîb wa al-„Ibârât), terutama dalam mengidentifikasi kedudukan kata serta baris akhir dari mubtada dan khabar. Masalah ini didorong oleh tantangan linguistik (formulasi sintaksis yang lebih rumit dibandingkan dengan lembaga kursus luar) dan faktor non-linguistik (keterbatasan kosakata dan durasi jeda audio yang terlalu cepat). Kesimpulan: Intervensi pembelajaran intensif yang berfokus pada analisis sintaksis aplikatif serta standarisasi materi latihan sangat diperlukan untuk meningkatkan persentase kelulusan mahasiswa.
Copyrights © 2026