Urgensi penelitian ini terletak pada ancaman terhadap pelestarian kearifan lokal di tengah berbagai perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Ayamaru di Papua Barat menginternalisasi nilai pendidikan, etos kerja, dan religiusitas sebagai fondasi keberhasilan sosial budaya mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemerintah, mahasiswa, masyarakat Ayamaru, serta dokumentasi tradisi lokal seperti pendidikan Wiyon-Wofle dan Janji Theofani. Analisis data mengikuti model etnografi Spradley dengan penerapan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Ayamaru memiliki Falsafah Awiyau Jiok Mefi sebagai dasar prinsip ketekunan, etos kerja, konsep harga diri dan martabat kesukuan. Sedangkan falsafah Janji Theofani adalah falsafah yang mendasari sikap religiusitas masyarakat, orientasi moral dan kohesi sosial. Temuan ini menegaskan adanya nexus global yaitu bukan hanya pengaruh global sebagai ancaman bagi masyarakat lokal, namun kearifan lokal justru menjadi mekanisme integratif sebagai rahasia keberhasilan masyarakat Suku Ayamaru dalam hal pendidikan, ekonomi dan kohesi sosial kesukuan. Kontribusinya memperkaya diskursus teoritis mengenai internalisasi nilai falsafah hidup sekaligus menawarkan model praktis bagi kebijakan pendidikan dan budaya berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026