Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY ON THE MOTIVATION TO LEARN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN VOCATIONAL SCHOOLS Fitria N.S Rahmadana; Suparto Iribaram; Abdul Azis Khoiri
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7193

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in secondary schools is still often conducted using conventional methods, resulting in suboptimal student participation and learning motivation. The development of educational technology provides opportunities to create more interactive learning experiences, one of which is through the use of Augmented Reality (AR) technology. This study aims to analyze the effectiveness of AR-based learning in improving students learning motivation in PAI subjects at Vocational High School (SMK). This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design and purposive sampling technique. The research subject cosisted of 46 students divided into an experimental group (n = 21) and a control group (n = 25). Learning motivation was measured using a questionnaire based on the ARCS model (Attention, Relevance, Confidence, and Satifaction). Data analysis was conducted using descriptive statistics (Mean and N-Gain), and inferential statistics, including prerequisite tests, paired sample t-test, independent sample t-test, complemented by effect size analysis using cohen’s d. The result indicated a significant difference in learning motivation between the experimental and control groups after treatment (p < 0.0001) with a cohen’s d value of 1.767, indicating a large effect size. These findings suggest that AR-based learning is effective in enhancing students learning motivation in Islamic Religious Education.
An Eco-Theological Perspective on Oil and Gas Exploration in Papua, Indonesia Mustaman Mustaman; Suparto Iribaram; Bambang Sunatar; Hasbullah Hasbullah; Abd. Rahman
FiTUA: JURNAL STUDI ISLAM Vol 7 No 1 (2026): June
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v7i1.1336

Abstract

This study examines oil and gas exploration and natural gas processing activities in the Sorong Raya region, Southwest Papua, Indonesia, particularly in Salawati Basin and Kasim Marine Terminal. The research explores how eco-theological perspectives derived from Islam, Christianity, and indigenous Papuan ecological values contribute to balancing environmental sustainability, economic welfare, and industrial development in one of Indonesia’s strategic energy regions. Previous studies on extractive industries in Papua have mainly emphasized political economy, environmental conflict, and resource governance, while limited attention has been given to ecotheology as an ethical framework integrating religious morality, indigenous ecological wisdom, and sustainable development. This study employed a qualitative phenomenological approach involving 15 participants, including indigenous Papuan communities, oil/gas workers, government officials, religious leaders, and civil society representatives. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The findings show that the oil and gas sector contributes to regional income, employment, infrastructure, education, and local economic growth. However, respondents also identified environmental challenges, including marine pollution, ecological degradation, unequal economic distribution, and reduced customary access to natural resources. The study concludes that eco-theological and indigenous ecological values provide important ethical foundations for participatory, transparent, and culturally inclusive environmental governance in Sorong Raya.
Internalisasi Nilai Awiyau Jiok Mefi dan Janji Theofani: Pengalaman Keberhasilan Suku Ayamaru di Papua Andi Ahriani; Suparto Iribaram; Sudirman Sudirman; bambang sunatar; suardi suardi
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.111341

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada ancaman terhadap pelestarian kearifan lokal di tengah berbagai perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Ayamaru di Papua Barat menginternalisasi nilai pendidikan, etos kerja, dan religiusitas sebagai fondasi keberhasilan sosial budaya mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemerintah, mahasiswa, masyarakat Ayamaru, serta dokumentasi tradisi lokal seperti pendidikan Wiyon-Wofle dan Janji Theofani. Analisis data mengikuti model etnografi Spradley dengan penerapan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Ayamaru memiliki Falsafah Awiyau Jiok Mefi sebagai dasar prinsip ketekunan, etos kerja, konsep harga diri dan martabat kesukuan. Sedangkan falsafah Janji Theofani adalah falsafah yang mendasari sikap religiusitas masyarakat, orientasi moral dan kohesi sosial. Temuan ini menegaskan adanya nexus global yaitu bukan hanya pengaruh global sebagai ancaman bagi masyarakat lokal, namun kearifan lokal justru menjadi mekanisme integratif sebagai rahasia keberhasilan masyarakat Suku Ayamaru dalam hal pendidikan, ekonomi dan kohesi sosial kesukuan. Kontribusinya memperkaya diskursus teoritis mengenai internalisasi nilai falsafah hidup sekaligus menawarkan model praktis bagi kebijakan pendidikan dan budaya berbasis kearifan lokal.
Internalisasi Nilai Awiyau Jiok Mefi dan Janji Theofani: Pengalaman Keberhasilan Suku Ayamaru di Papua Andi Ahriani; Suparto Iribaram; Sudirman Sudirman; bambang sunatar; suardi suardi
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.111341

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada ancaman terhadap pelestarian kearifan lokal di tengah berbagai perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Ayamaru di Papua Barat menginternalisasi nilai pendidikan, etos kerja, dan religiusitas sebagai fondasi keberhasilan sosial budaya mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemerintah, mahasiswa, masyarakat Ayamaru, serta dokumentasi tradisi lokal seperti pendidikan Wiyon-Wofle dan Janji Theofani. Analisis data mengikuti model etnografi Spradley dengan penerapan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Ayamaru memiliki Falsafah Awiyau Jiok Mefi sebagai dasar prinsip ketekunan, etos kerja, konsep harga diri dan martabat kesukuan. Sedangkan falsafah Janji Theofani adalah falsafah yang mendasari sikap religiusitas masyarakat, orientasi moral dan kohesi sosial. Temuan ini menegaskan adanya nexus global yaitu bukan hanya pengaruh global sebagai ancaman bagi masyarakat lokal, namun kearifan lokal justru menjadi mekanisme integratif sebagai rahasia keberhasilan masyarakat Suku Ayamaru dalam hal pendidikan, ekonomi dan kohesi sosial kesukuan. Kontribusinya memperkaya diskursus teoritis mengenai internalisasi nilai falsafah hidup sekaligus menawarkan model praktis bagi kebijakan pendidikan dan budaya berbasis kearifan lokal.