Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa, khususnya dalam menghadapi seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang didominasi oleh soal non-rutin. Namun, pada praktiknya, siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan masalah yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar calon peserta OSN melalui penerapan strategi heuristik berbasis masalah non-rutin. Metode yang digunakan adalah pelatihan terstruktur yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan mencakup pengenalan strategi heuristik, latihan terbimbing, latihan mandiri, serta diskusi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta analisis proses penyelesaian masalah siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Siswa menjadi lebih mampu memahami masalah, merancang strategi penyelesaian, serta mengevaluasi hasil secara sistematis. Selain itu, terjadi perubahan pola berpikir siswa yang lebih fleksibel dan reflektif dalam menghadapi soal non-rutin. Dengan demikian, pelatihan strategi heuristik berbasis masalah non-rutin efektif dalam mendukung pembinaan siswa sekolah dasar calon peserta OSN serta dapat menjadi alternatif pendekatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026