Desa Nari Gunung Satu di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, memiliki potensi pertanian tinggi pada komoditas salak dan jagung, namun masih menghadapi permasalahan ketergantungan terhadap pupuk kimia serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian. Limbah jagung seperti kulit, batang, dan tongkol selama ini dibakar atau dibuang, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan pemborosan sumber daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbasis limbah jagung menggunakan teknologi fermentasi Effective Microorganism 4 (EM4). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pre-test, pelatihan teori dan praktik, pendampingan teknis, serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai rata-rata pre-test 42,7 dan post-test 86,7. Selain meningkatkan kompetensi teknis petani dalam pembuatan pupuk organik, program ini juga mendorong kemandirian kelompok tani dalam mengelola limbah pertanian secara produktif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas petani salak menuju pertanian sirkular yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat lokal.
Copyrights © 2026