Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan tingginya angka kejadian yang tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, tetapi juga oleh praktik penggunaan obat yang kurang rasional di masyarakat. Dalam konteks farmasi klinis, peran farmasis menjadi krusial dalam memberikan edukasi terkait deteksi dini, pencegahan, serta penggunaan obat yang tepat untuk menghindari komplikasi dan resistensi, khususnya akibat swamedikasi yang tidak rasional. Temuan awal di Puskesmas Teladan Kota Medan menunjukkan bahwa masyarakat belum mampu mengenali gejala awal ISPA secara tepat dan cenderung melakukan swamedikasi tanpa informasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi berbasis farmasi klinis sebagai intervensi promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait deteksi dini, pencegahan, dan penggunaan obat yang rasional pada ISPA. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan edukasi interaktif dengan desain quasi-eksperimental one group pre-test–post-test terhadap 17 responden. Materi edukasi mencakup pengenalan ISPA, tanda dan gejala, faktor risiko, pencegahan berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta prinsip penggunaan obat yang rasional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan (p<0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 11,76% menjadi 52,94% dan penurunan kategori kurang dari 58,82% menjadi 11,76%. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis farmasi klinis efektif dalam menunjang upaya promotif dan preventif sekaligus meningkatkan rasionalitas penggunaan obat dalam pengendalian ISPA di masyarakat.
Copyrights © 2026