Jurnal Dedikasi Hukum
Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026

Mediation in Land Ownership Dispute Resolution: A Case Study of Muhammadiyah Singosari: Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah: Studi Kasus Muhammadiyah Singosari

Kurniawan, Kukuh Dwi (Unknown)
Yaris Adhial Fajrin (Unknown)
Iradhad Taqwa Sihidi (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 May 2026

Abstract

A land ownership dispute in Singosari, Malang, involves two parties: the heirs of SRN holding eigendom verponding No. 6013/1948 (a colonial certificate) and Muhammadiyah Singosari holding State Ownership Certificate (SHM) No. 04767/2023. The dispute is complicated by an undocumented sale and purchase transaction from 1963 and the presence of the Aisyiyah Bustanul Athfal 3 kindergarten operating on the land. This community service activity aimed to resolve the dispute through mediation assistance using the Participatory Action Research (PAR) method. The stages included: (1) preparation (case identification, document verification, internal coordination), (2) socialization (understanding mediation procedures and ukhuwah values), (3) mediation assistance (facilitating meetings, coordinating with Muhammadiyah leadership from branch to central levels), and (4) monitoring and evaluation. Although a final agreement has not yet been reached, the mediation process produced significant impacts: direct communication channels were established between the parties after more than a decade of no dialogue; both legal documents were mutually verified and acknowledged; attitudes shifted from defensive to cooperative; and written commitments were obtained from Muhammadiyah leadership at branch, district, regional, and central levels to continue non-litigation resolution. The kindergarten continued uninterrupted operations serving approximately 50 children. The PAR-based mediation proved effective in maintaining social harmony, increasing collective legal awareness, and ensuring the sustainability of public services. Abstrak Sengketa kepemilikan tanah seluas 2.245 m² di Singosari, Malang, melibatkan dua pihak: ahli waris SRN pemilik eigendom verponding No. 6013/1948 (sertifikat kolonial) dan Muhammadiyah Singosari pemilik Sertifikat Hak Milik No. 04767/2023. Sengketa ini diperumit oleh transaksi jual-beli tidak berdokumen pada tahun 1963 dan keberadaan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 di atas tanah tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyelesaikan sengketa melalui pendampingan mediasi dengan metode Participatory Action Research (PAR). Tahapan yang dilakukan meliputi: (1) persiapan (identifikasi kasus, verifikasi dokumen, dan koordinasi internal), (2) sosialisasi (pemahaman prosedur mediasi dan nilai-nilai ukhuwah), (3) pendampingan mediasi (fasilitasi pertemuan, koordinasi dengan pimpinan Muhammadiyah tingkat cabang hingga pusat), dan (4) monitoring dan evaluasi. Dampak yang diperoleh: meskipun kesepakatan final belum tercapai, proses mediasi berhasil membangun saluran komunikasi langsung antar pihak yang sebelumnya terputus lebih dari satu dekade, memverifikasi keabsahan kedua dokumen hukum, mengubah sikap dari defensif menjadi kooperatif, serta memperoleh komitmen berjenjang dari pimpinan Muhammadiyah untuk melanjutkan penyelesaian non-litigasi. TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 tetap beroperasi tanpa gangguan melayani sekitar 50 anak. Mediasi berbasis PAR terbukti efektif menjaga harmoni sosial, meningkatkan kesadaran hukum kolektif, dan menjamin keberlanjutan layanan publik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jdh

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Ruang lingkup jurnal Dedikasi Hukum berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai topik di bidang hukum yang berbasis penelitian seperti: Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan dan advokasi, Pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat, Pendampingan Masyarakat, dan Uji Coba Ilmu ...