Penguasaan kosakata merupakan fondasi utama dalam komunikasi bahasa Inggris bagi pembelajar English as a Second Language (ESL), namun ketergantungan pada metode hafalan konvensional sering kali menurunkan motivasi belajar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan peran Mobile-Assisted Language Learning (MALL) dalam meningkatkan akuisisi kosakata. Metode yang digunakan adalah pendampingan intensif selama 8 minggu yang melibatkan 30 partisipan berusia 18-35 tahun di komunitas lokal. Instrumen evaluasi mencakup tes penguasaan kosakata (pre-test dan post-test), kuesioner persepsi, serta wawancara mendalam. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata penguasaan kosakata peserta, meningkat tajam dari 200 kata menjadi 500 kata (p<0.05). Integrasi aplikasi berbasis gamifikasi seperti Duolingo dan Memrise terbukti memberikan fleksibilitas belajar yang tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berinteraksi. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi mobile efektif dalam mengatasi hambatan geografis dan psikologis pembelajar. Program ini merekomendasikan penggunaan MALL sebagai model pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat literasi digital dan kemampuan linguistik di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026