Kemampuan matematika adalah kemampuan memecahkan masalah untuk menemukan suatu jawaban dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemodelan matematika dalam menyelesaikan soal cerita SPtLDV ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling berdasarkan rekomendasi dari guru mata pelajaran dan jumlah peserta didik sehingga dapat mengukur ketercapaian indikator kemampuan pemodelan matematika. Hasil penelitian didapatkan dari 60 peserta didik, terdapat 28 peserta didik memiliki gaya belajar visual, 16 peserta didik memiliki gaya belajar audiotori, 10 peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik, 3 peserta didik memiliki gaya belajar auditori-kinestetik dan 3 peserta didik lainnya memiliki gaya belajar visual-kinestetik. Hasil dalam indikator pemodelan matematika (1) tahapan memahami masalah nyata yang diberikan yaitu semua peserta didik menuliskan informasi yang didapat dari soal, (2) tahap membangun model matematika dengan menggunakan model nyata yaitu semua peserta didik membuat model dengan tepat dan benar, (3) tahap menjawab pertanyaan yaitu semua peserta didik menyelesaikan model matematika dengan metode eliminasi dan subsitusi, (4) tahap menginterpretasikan hasil, peserta didik menyimpulkan hasil yang diperoleh ke dalam konteks nyata tetapi masih kurang tepat, (5) tahap mevalidasi solusi, salah seorang peserta didik tidak melakukan validasi solusi gaya belajar visual, sedangkan validasi gaya belajar auditori dan kinestetik memvalidasi dengan tepat. Kesimpulan dari penelitian kemampuan pemodelan matematika mampu mendeskripsikan penyelesaian soal cerita SPtLDV ditinjau dari gaya belajar peserta didik di SMK Negeri 4 Mataram.
Copyrights © 2026