Muhammad Saifudin
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of the Realistic Mathematic Education (RME) Learning Model On Students’ Mathematical Problem Solving Abilities : A Meta-Analysis Habib Ratu Perwira Negara; Malik Ibrahim; Kiki Riska Ayu Kurniawati; Anisa Firdaus; Risma Maulidina; Muhammad Saifudin
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4, No 1 (2021): Mei
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v4i1.4517

Abstract

Abstract: Realistic Mathematics Education (RME) learning is a learning approach that uses contextual issues and student-focused learning. This study aims to find out the huge influence of the Realistic Mathematics education learning model on students' mathematical problem-solving skills. The research method used is a meta-analysis with the help of JASP software by collecting data from the results of research indexed indexer databases such as Google Scholar, SINTA, and Garuda Portal. The data were taken in accordance with the criteria of inclusion and exclusion of this study to then be determined by the value of effect size (ES) and standard error (SE). The results of the data analysis using JASP software showed that realistic mathematics education (RME) learning model on mathematical problem-solving skills of students as a whole has a positive influence which is obtained by estimation (ES) of 0.71 or 71% based on RE Models with high category, as well as the p-value (egger's test) of 0.121 which means no publication is indicated bias, as well as the results of moderator variable analysis on classification per education level. This means that realistic Mathematics Education (RME) learning model for students' mathematical problem-solving skills can be said to be appropriate if used for students, especially in junior high and elementary school level.Abstrak: Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) ini merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah kontekstual, dan pembelajaran terfokus pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic education terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah meta-analisis dengan bantuan software JASP yaitu dengan cara  mengumpulkan data dari hasil-hasil penelitian yang terindeks database pengindeks seperti Google Scholar, SINTA, dan Portal Garuda. Data yang diambil sesuai kriteria inklusi dan ekslusi penelitian ini untuk kemudian ditentukan nilai effect size (ES) dan standard error (SE). Hasil analisis data menggunakan software JASP menunjukkan bahwa model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap Kemampun Pemecahan Masalah Matematis Siswa secara keseluruhan pengaruhnya positif yang dimana di dapatan nilai Estimasi (ES) sebesar 0.71 atau 71% berdasarkan RE Models dengan kategori tinggi, serta nilai p-value (egger’s test) sebesar 0.121 yang berarti tidak terindikasi publication bias,begitu juga dengan hasil analisis variabel moderator pada klasifikasi per jenjang pendidikan. Ini berarti model pembelajaran Realistic Mahematics Education (RME) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah matematis Siswa bisa dikatakan sudah tepat jika digunakan untuk Peserta didik terutama pada jenjang SMP dan SD.             
Kemampuan Pemodelan Matematika Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPtLDV Ditinjau Dari Gaya Belajar Muhammad Saifudin; Erpin Evendi; M. Syawahid
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4908

Abstract

Kemampuan matematika adalah kemampuan memecahkan masalah untuk menemukan suatu jawaban dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemodelan matematika dalam menyelesaikan soal cerita SPtLDV ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling berdasarkan rekomendasi dari guru mata pelajaran dan jumlah peserta didik sehingga dapat mengukur ketercapaian indikator kemampuan pemodelan matematika. Hasil penelitian didapatkan dari 60 peserta didik, terdapat 28 peserta didik memiliki gaya belajar visual, 16 peserta didik memiliki gaya belajar audiotori, 10 peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik, 3 peserta didik memiliki gaya belajar auditori-kinestetik dan 3 peserta didik lainnya memiliki gaya belajar visual-kinestetik. Hasil dalam indikator pemodelan matematika (1) tahapan memahami masalah nyata yang diberikan yaitu semua peserta didik menuliskan informasi yang didapat dari soal, (2)  tahap membangun model matematika dengan menggunakan model nyata yaitu semua peserta didik membuat model dengan tepat dan benar, (3) tahap menjawab pertanyaan yaitu semua peserta didik menyelesaikan model matematika dengan metode eliminasi dan subsitusi, (4)  tahap menginterpretasikan hasil, peserta didik menyimpulkan hasil yang diperoleh ke dalam konteks nyata tetapi masih kurang tepat, (5) tahap mevalidasi solusi, salah seorang peserta didik tidak melakukan validasi solusi gaya belajar visual, sedangkan validasi gaya belajar auditori dan kinestetik memvalidasi dengan tepat. Kesimpulan dari penelitian kemampuan pemodelan matematika mampu mendeskripsikan penyelesaian soal cerita SPtLDV ditinjau dari gaya belajar peserta didik di SMK Negeri 4 Mataram.