Keterampilan membaca kritis merupakan elemen krusial dalam literasi tingkat lanjut, namun implementasinya di sekolah dasar seringkali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan membaca kritis siswa kelas V SDN 1 Ombe Baru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi kendala yang menghambat proses tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 33 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum masih berada pada kategori literal atau permukaan. Siswa mengalami kesulitan signifikan dalam membedakan fakta dan opini, cenderung melakukan plagiasi literal saat menyimpulkan, serta memiliki ketergantungan tinggi pada bantuan guru. Kendala utama meliputi rendahnya penguasaan kosakata, pengaruh negatif penggunaan gawai, media pembelajaran yang monoton, serta faktor fisiologis seperti kelelahan.
Copyrights © 2026