Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar yang masih didominasi pembelajaran berpusat pada guru. Kemampuan pemahaman konsep penting dikembangkan agar peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep IPAS peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Problem Solving. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,70 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,39 dengan kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran Cooperative Problem Solving efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPAS peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026