Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV di MIN 11 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan kelas IV C sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kritis yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,67 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 74,22. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran POGIL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026