Indonesia merupakan penghasil nipah terbesar, kandungan gula nira nipah cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas. Selama ini, nira nipah hanya dimanfaatkan untuk pembuatan gula nipah dengan nilai ekonomi yang terbatas, padahal kandungan gulanya berpotensi besar untuk diolah menjadi bioetanol sebagai energi terbarukan. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi studi kualitas bahan baku nira nipah yang bersumber dari daerah sentra produksi nipah, yakni Desa Pedasong dan Nusadadi, serta kegiatan pelatihan alih teknologi produksi bioetanol. Kegiatan pelatihan teknis pembuatan bioetanol dengan fermentor menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) diikuti 25 peserta. Hasil analisis kualitas bahan baku yakni nira nipah Desa Pedasong dan Desa Nusadadi memiliki kesamaan kadar brix sebesar 15,09 ± 0,49% dan 15,04 ± 0,44%, pH senilai 6,86 ± 0,07 dan 6,87 ± 0,07, serta kadar etanol senilai 80,40 ± 0,63% dan 80,53 ± 0,71%, berurutan. Namun memiliki kandungan glukosa yang berbeda, yakni nira nipah Desa Pedasong (4,54 ± 0,01%) lebih tinggi dibanding Desa Nusadadi (4,19 ± 0,01%). Serta menghasilkan yield bioetanol yang berbeda, yakni Desa Pedasong sebesar 6,04 ± 0,29% dan Desa Nusadadi 5,04 ± 0,31%. Selain itu, hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test 59,60±13,38 dan post-test 83,60±14,11 (p=0,000). Analisis lebih lanjut menemukan bahwa jenis kelamin berpengaruh pada skor post-test di mana perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki, sedangkan profesi berpengaruh pada skor akhir dengan hasil ibu rumah tangga lebih tinggi dibanding non-IRT. Namun, tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap peningkatan maupun skor akhir. Hasil analisis studi bahan baku menunjukkan bahwa ketersediaan bahan konversi (kandungan glukosa) yang lebih tinggi dapat meningkatkan yield bioetanol. Selain itu, hasil pelatihan menunjukkan bahwa alih teknologi bioetanol dari nira nipah efektif sebagai model penguatan ekonomi masyarakat berbasis energi terbarukan.
Copyrights © 2026