Masalah gizi balita masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan yang dialami balita adalah underweight yang prevalensinya meningkat dari tahun 2023 sebesar 15,9% menjadi 16.8% pada tahun 2024. Dampak yang akan terjadi apabila anak mengalami kondisi stunting dan underweight yaitu anak akan mengalami gangguan pada tumbuh kembang sehingga berpotensi menderita penyakit tidak menular dengan risiko yang tinggi. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi gizi di kalangan masyarakat, hingga praktik pemberian makanan yang kurang tepat terutama di kalangan ibu balita yang memegang peran sentral dalam pengasuhan dan pemberian asupan gizi keluarga. Selain faktor langsung, juga ada faktor tidak langsung yang dapat menyebabkan masalah gizi yaitu kurang optimalnya pelayanan kesehatan contohnya adalah pelayanan di Posyandu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemberdayaan kepada kelompok mitra yaitu kader dan ibu balita di Gampong Ujung Kalak. Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui Pelatihan pengukuran balita yang akurat, edukasi serta pendampingan di Gampong Ujung Kalak dalam hal membuat Menu PMT dengan konsep Nutri-SMART, dengan menambahkan bahan pangan daun peugagan yang kaya nutrisi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu balita terkait masalah underweight dengan presentase pemahaman dari 26.6% menjadi 93.3% dari hasil pre-test dan post-test. Kemudian kader juga lebih memahami cara pengukuran yang tepat dan akurat terutama pada kalibrasi alat, serta meningkatkan keterampilan kader dan ibu balita dalam pembuatan PMT yang bervariasi.
Copyrights © 2026