Permasalahan sampah di Indonesia yang terus meningkat mendorong munculnya bank sampah sebagai alternatif pengelolaan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengelolaan bank sampah jika dilihat dari perspektif manajemen publik, sekaligus mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat perjalanannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal, laporan pemerintah, serta kajian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka fungsi manajemen POSC (planning, organizing, staffing, controlling). Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan bank sampah belum berjalan optimal. Kelemahan paling terlihat terdapat pada aspek perencanaan yang masih bersifat jangka pendek, struktur organisasi yang belum jelas, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya sistem pengawasan. Selain itu, sebagian besar bank sampah belum menerapkan prinsip manajemen publik seperti efisiensi, akuntabilitas, dan pengukuran kinerja secara konsisten. Di sisi lain, keberadaan regulasi pemerintah dan dukungan sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan bank sampah. Namun demikian, keterbatasan pendanaan, belum adanya standar pengelolaan yang baku, serta koordinasi antar lembaga yang masih lemah menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola berbasis prinsip manajemen publik sangat diperlukan agar bank sampah dapat berfungsi lebih efektif, tidak hanya sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari sistem layanan publik dalam pengelolaan sampah
Copyrights © 2026