Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman, pandangan, dan pertimbangan subjektif santriwati di Pondok Pesantren Zainul Ulum Ganjaran dalam mengambil keputusan untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini membedah bagaimana makna dibangun dalam konteks lingkungan pesantren yang sarat nilai. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap santriwati serta pengurus pesantren, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan adanya transformasi sosiologis yang mengubah paradigma pesantren menjadi institusi yang inklusif dan dinamis, yang memunculkan tiga tipologi pilihan hidup santriwati yaitu melanjutkan kuliah, bersiap menuju perguruan tinggi, dan memilih jalur pengabdian (khidmah). Temuan penelitian memvalidasi secara empiris bahwa restu dan dukungan sosial dari figur otoritas (Kyai dan Ustazah) merupakan faktor determinan yang mensinergikan nilai religious. Motivasi santriwati menunjukkan keberhasilan internalisasi nilai yang menempatkan adab di atas kognisi, di mana kehormatan diukur dari kemanfaatan sosial dan kualitas moral (tazkiyatun nafs). Meskipun demikian, transisi akademik ini masih dibayangi hambatan ekonomi, gegar budaya (culture shock), serta minimnya dukungan teknis berupa akses internet dan transportasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya transformasi manajerial pesantren yang lebih proaktif dalam menyediakan infrastruktur teknologi dan pendampingan psikologis guna mengintegrasikan kedalaman spiritual dengan kecanggihan intelektual santriwati di era digital tanpa mengorbankan akar tradisi pengabdian.
Copyrights © 2026