ABSTRACT VO₂ Max is an important indicator of cardiorespiratory endurance in volleyball players because it plays a role in the recovery process following explosive activities during rallies. The problem identified among volleyball players at SMA Negeri 1 Terara, East Lombok, was the suboptimal endurance capacity that caused players to experience decreased performance during prolonged training sessions and matches. This study aimed to analyze the effect of Speed, Agility, Quickness (SAQ) training with a 1:1 interval ratio on improving the VO₂ Max of high school volleyball players. The study employed a quasi-experimental method using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players, including 8 male and 12 female athletes, selected through a purposive sampling technique. The treatment was administered through a six-week SAQ training program with a 30-second work and 30-second rest ratio. The research instrument used was the Multistage Fitness Test or Bleep Test, while data analysis was conducted using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the paired sample t-test. The results showed that the average VO₂ Max increased from 36.97 to 39.75 ml/kg/min, with a percentage increase of 7.53%. These findings indicate that SAQ training with a 1:1 interval ratio is effective in improving the cardiorespiratory capacity of volleyball players and can be implemented as a practical, measurable, and game-specific conditioning program in school sports environments. ABSTRAK VO₂ Max merupakan salah satu indikator penting dalam daya tahan kardiorespirasi pemain bola voli karena berperan dalam proses pemulihan setelah aktivitas eksplosif selama rally berlangsung. Permasalahan yang ditemukan pada pemain bola voli SMA Negeri 1 Terara Lombok Timur adalah kemampuan daya tahan yang belum optimal sehingga pemain mudah mengalami penurunan performa saat latihan dan pertandingan berlangsung lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Speed, Agility, Quickness (SAQ) dengan interval 1:1 terhadap peningkatan VO₂ Max pemain bola voli tingkat SMA. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang terdiri atas 8 pemain putra dan 12 pemain putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perlakuan diberikan melalui program latihan SAQ selama enam minggu dengan pola kerja dan istirahat 30 detik : 30 detik. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test atau Bleep Test, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata VO₂ Max meningkat dari 36,97 menjadi 39,75 ml/kg/menit dengan persentase peningkatan sebesar 7,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan SAQ interval 1:1 efektif meningkatkan kapasitas kardiorespirasi pemain bola voli serta dapat diterapkan sebagai alternatif program conditioning yang praktis, terukur, dan sesuai dengan karakter permainan bola voli di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025