Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru prasekolah terhadap pengajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini di Indonesia menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendahuluan menekankan pentingnya pengajaran bahasa Inggris sejak dini akibat globalisasi dan perannya sebagai lingua franca. Guru sebagai fasilitator utama memiliki pengaruh besar terhadap hasil belajar, namun kesiapan, kepercayaan diri, dan dukungan mereka bervariasi. Sebagian besar guru berpengalaman lebih dari enam tahun dan berpendidikan SMA, tetapi hanya sepertiga pernah menerima pelatihan formal. Tingkat kepercayaan diri dalam mengajar juga berbeda, dengan banyak guru mengeluhkan kesulitan kosakata dan pengucapan. Tantangan utama meliputi keterbatasan kosakata anak, kesulitan menjaga fokus, dan minimnya paparan bahasa Inggris di luar kelas. Metode yang umum digunakan antara lain lagu, alat bantu visual, permainan, dan mendongeng, meskipun integrasi bahasa Inggris dalam rutinitas harian belum konsisten. Guru menyatakan kebutuhan kuat akan pengembangan profesional, terutama dalam kurikulum, pelatihan kosakata dan pengucapan, serta bahan ajar mudah diakses. Pendekatan informal berbasis permainan dianggap lebih efektif daripada metode formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris usia dini memerlukan pelatihan komprehensif, dukungan kurikulum, dan intervensi kebijakan untuk mengatasi berbagai tantangan guru.
Copyrights © 2025