Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengimplementasikan pembelajaran Al-Qur'an berbasis bahasa ikonik serta membantu guru mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik murid tunarungu. Pembelajaran Al-Qur'an bagi murid tunarungu di SLB menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek komunikasi dan pemahaman materi karena keterbatasan kemampuan mendengar dan berbicara. Selama ini pembelajaran Al-Qur'an masih banyak menggunakan metode verbal yang kurang efektif bagi murid tunarungu. Oleh karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, salah satunya melalui pemanfaatan bahasa isyarat sebagai media komunikasi utama dalam proses pembelajaran. Kegiatan pendampingan ini Melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning) dalam perencanaan ini pengabdi menyusun roundown kegiatan, penetapan panitia, narasumber, fasilitator serta peserta, tempat, waktu, sekaligus publikasi media, tindakan (acting) pelaksanaan dilakukan melalui Training of trainer untuk pengajar di sekolah luar biasa, pengamatan (observing) selama kegiatan dilakukan pengamatan untuk melihat apakah program ini terjalani dengan baik, dan refleksi (reflecting) dilakukan refleksi agar dapat mengetahui hasil dari pengabdian ini. Hasil pendampingan guru sekolah luar biasa ini mengalami peningkatan kompetensi dalam mengajar alqur’an isyarat, dari hanya dua orang guru yang mampu membaca bahasa isyarat menjadi tigapuluh orang guru yang mampu membaca al-qur’an isyarat sehingga nantinya mampu mengajarkannya.
Copyrights © 2026