Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perempuan pencari nafkah memanfaatkan kebijakan sosial adaptif dalam membangun ketahanan rumah tangga miskin, mengidentifikasi faktor struktural yang memengaruhi efektivitas kebijakan tersebut, serta merumuskan arah reorientasi desain kebijakan yang lebih responsif gender dan multidimensional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap 15 perempuan pencari nafkah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan sosial berfungsi sebagai penyangga konsumsi (consumption buffer) yang memungkinkan perempuan mengelola risiko ekonomi rumah tangga dan melakukan diversifikasi pendapatan di sektor informal. Perempuan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pasif, melainkan aktor strategis yang mengintegrasikan bantuan sosial dengan kerja informal dan jaringan sosial untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Namun, efektivitas kebijakan sosial dalam memperkuat ketahanan rumah tangga dipengaruhi oleh faktor struktural, seperti keterbatasan akses terhadap aset produktif, segmentasi pasar kerja informal, norma patriarkal, serta potensi jebakan ketergantungan program.
Copyrights © 2026