Background: Tailors are a profession highly susceptible to health problems such as musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs in tailors are caused by a number of factors, including repetitive work, static work positions, and an unergonomic work environment. This issue is certainly one of the reasons why a more in-depth study of the ergonomic risks of tailors is urgently needed. Purpose: To identify ergonomic risk factors in the sewing industry and develop effective and affordable ergonomic interventions to improve worker productivity and health. Method: This quantitative study, using a cross-sectional design, was conducted on all tailors in the coastal area of East Banggae District. The sample selection method used a purposive sampling technique. Data collection used questionnaires, observations, measurements, and interviews. Data analysis used the Chi-square statistical test. Results: Age (p-value = 0.042), length of service (p-value = 0.016), work fatigue (p-value = 0.016), physical workload (p-value = 0.000), mental workload (p-value = 0.000), and body posture (p-value = 0.000) were associated with MSD complaints among tailors, while length of service (p-value = 0.828) was not associated with MSD complaints. Conclusion: The majority of tailors experienced mild MSD complaints. Furthermore, MSD complaints experienced by tailors in this coastal area were influenced by age, length of service, work fatigue, physical workload, mental workload, and body posture. Meanwhile, length of service did not affect MSD complaints among tailors. Keywords: Eye Fatigue; Lighting Intensity; Musculoskeletal Disorders (MSDs); Tailors. Pendahuluan: Pekerja penjahit merupakan salah satu profesi yang sangat rentan mengalami masalah kesehatan seperti gangguan otot atau Musculuskeletal Disorders (MSDs). MSDs terjadi pada penjahit disebabkan oleh sejumlah faktor seperti pekerjaan berulang, posisi kerja statis dan lingkungan kerja yang tidak ergonomis. Masalah ini tentunya menjadi salah satu urgensi mengapa kajian lebih mendalam mengenai studi risiko ergonomi penjahit perlu dilakukan Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor risiko ergonomi dalam industri penjahitan serta mengembangkan intervensi ergonomi yang efektif dan terjangkau untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan pekerja Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan terhadap seluruh penjahit yang ada di wilayah pesisir di Kecamatan Banggae Timur. Adapun metode pemilihan sampel memakai teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, pengukuran dan wawancara. Sementara analisi data menggunakan uji statistic Chi-square. Hasil: Variabel usia (p-value= 0.042), lama kerja (p-value= 0.016), kelelalahan kerja (p-value= 0.016), beban kerja fisik (p-value= 0.000), beban kerja mental p-value= 0.000), dan postur tubuh (p-value= 0.000) memiliki hubungan dengan keluhan MSDs penjahit, sedangkan variabel masa kerja (p-value=0,828) tidak berhubungan dengan keluhan MSDs Simpulan: Mayoritas penjahit mengalami keluhan MSDs tingkat ringan. Selain itu, keluhan MSDs yang dialami oleh penjahit di wilayah pesisir ini dipegnaruhi oleh usia, lama kerja, kelelahan kerja, beban kerja fisik, beban kerja mental, dan postur tubuh. Sementara itu, masa kerja tidak memengaruhi keluhan MSDs penjahit Kata Kunci: Intensitas Pencahayan; Kelelahan Mata; Musculuskeletal Disorders (MSDs); Penjahit.
Copyrights © 2026