Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru IPS dalam mengembangkan perilaku prososial melalui penguatan sikap toleransi untuk meminimalisasi etnosentrisme pada konteks sekolah multietnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di SMP Negeri 5 Duampanua. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru IPS, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang digunakan guru adalah pembelajaran interaktif dan pendekatan humanistik yang mendorong interaksi inklusif, empati, dan kerja sama lintas etnis. Penerapan toleransi diwujudkan melalui pembiasaan menghargai perbedaan, keteladanan guru, penyelesaian konflik secara dialogis, serta integrasi nilai kearifan lokal. Namun, implementasi strategi tersebut masih menghadapi hambatan berupa stereotip etnis, pengaruh lingkungan, dan rendahnya kesadaran sosial siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi strategi pembelajaran IPS berbasisĀ interaksi sosial dan pendekatan humanistik dalam konteks sekolah multietnis sebagai upaya konkret meminimalisasi etnosentrisme. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan model sosial dalam membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan toleran.
Copyrights © 2026