Masalah sampah, khususnya sampah organik rumah tangga, menjadi isu lingkungan yang kompleks dan mendesak di Indonesia, yang memerlukan pendekatan berbasis kesadaran ekologis serta perubahan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme pada komunitas ibu rumah tangga di wilayah Cipondoh Poris RT 001, 003, 005, dan 006. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikasi partisipatif yang melibatkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik secara langsung. Proses pembuatan eco-enzyme dilakukan dengan memanfaatkan limbah kulit buah dan sayuran yang difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, partisipasi aktif, serta perubahan sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, eco-enzyme memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, antara lain untuk pertanian, peternakan, perawatan tubuh, serta pengendalian pencemaran. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui pengurangan sampah dan peningkatan kesadaran serta keterlibatan mereka dalam pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membentuk budaya ekologis yang positif di masyarakat.
Copyrights © 2026