Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The 12-Year Kwan Im Hud Couw Procession: Cultural Heritage, Community Identity, and the Dynamics of Multiculturalism in Tangerang Jeni Harianto; Lianah; Riris Paulina Simamora; Adrallisman
Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Vol. 14 No. 1 (2025): HERITAGE OF NUSANTARA
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/hn.v14i1.823

Abstract

This study examines the historical, spiritual, and social dimensions of the Kwan Im Hud Couw Procession at Boen Tek Bio Temple ritual, exploring how it has endured and adapted to modernization while preserving its essence. Employing a qualitative ethnographic approach, this research integrates participatory observation, in-depth interviews and document analysis to provide a comprehensive understanding of the procession’s evolving role. Findings of this study reveal that the ritual plays a crucial role in preserving community identity and reinforcing social solidarity. While maintaining its traditional structure, the procession has become increasingly inclusive, fostering broader participation from diverse communities. This study underscores that intangible cultural heritage can persist through community-driven innovations without compromising its traditional roots, offering valuable insights for cultural preservation policies and social integration in multicultural societies.
Penguatan Kesadaran Ekologis Berbasis Komunikasi Partisipatif melalui Pengolahan Sampah Organik menjadi Eco-Enzyme Jeni Harianto; Aditya Dwi Prasetyo; Sherena Felicia Joli
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i2.3766

Abstract

Masalah sampah, khususnya sampah organik rumah tangga, menjadi isu lingkungan yang kompleks dan mendesak di Indonesia, yang memerlukan pendekatan berbasis kesadaran ekologis serta perubahan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme pada komunitas ibu rumah tangga di wilayah Cipondoh Poris RT 001, 003, 005, dan 006. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikasi partisipatif yang melibatkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik secara langsung. Proses pembuatan eco-enzyme dilakukan dengan memanfaatkan limbah kulit buah dan sayuran yang difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, partisipasi aktif, serta perubahan sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, eco-enzyme memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, antara lain untuk pertanian, peternakan, perawatan tubuh, serta pengendalian pencemaran. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui pengurangan sampah dan peningkatan kesadaran serta keterlibatan mereka dalam pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membentuk budaya ekologis yang positif di masyarakat.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI DAN TEKNIK KONSELING Jeni Harianto; Serius Zebua
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4405

Abstract

Kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier peserta didik secara komprehensif. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator layanan konseling, tetapi juga sebagai perancang program, pengelola administrasi layanan, serta pelaksana intervensi berbasis kebutuhan peserta didik. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, khususnya dalam penyusunan administrasi layanan BK yang sistematis dan penerapan teknik konseling yang efektif sesuai karakteristik permasalahan siswa. Meskipun peran guru BK sangat strategis, pelatihan yang secara terintegrasi menguatkan kompetensi administratif dan teknik konseling secara sistematis masih terbatas, khususnya di lingkungan pendidikan Buddhis. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya kualitas layanan yang diberikan di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru BK melalui pelatihan administrasi layanan dan penguatan keterampilan teknik konseling. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan melibatkan guru BK yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI). Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan dokumen administrasi, serta simulasi teknik konseling. Data dikumpulkan melalui observasi selama pelatihan, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi umpan balik peserta untuk mengukur tingkat pemahaman serta kepuasan terhadap materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam penyusunan program BK tahunan, pengelolaan administrasi layanan, serta penerapan teknik konseling secara lebih terstruktur dan reflektif. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru BK dan penguatan kualitas layanan konseling di lingkungan sekolah.