Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural berbasis nilai lokal Mandailing di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada aspek teoritis dan kurang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang kontekstual dan belum optimal dalam membangun karakter toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural berbasis nilai lokal Mandailing dinilai layak dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Integrasi nilai budaya lokal seperti dalihan na tolu, marsialap ari, gotong royong, dan musyawarah mampu meningkatkan aktivitas belajar, partisipasi peserta didik, sikap toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, model pembelajaran yang dikembangkan juga membantu peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Mandailing secara lebih kontekstual. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah berbasis budaya lokal dan pendidikan multikultural.
Copyrights © 2026