Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi pariwisata Museum Catur Indonesia dalam menarik minat kunjungan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Museum Catur Indonesia adalah museum pertama di Indonesia yang mengangkat tema catur dengan inovasi teknologi seperti VR dan robot catur. Teori yang digunakan adalah konstruksi sosial Berger & Luckmann. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi museum meliputi pembangunan brand "museum yang fun" berbasis teknologi, pemanfaatan media sosial Instagram dan TikTok, kolaborasi dengan sekolah dan partisipasi acara pemerintah, serta pendekatan interpersonal "menjadi teman". Faktor pendukungnya adalah keunikan teknologi, efektivitas media sosial, dan word of mouth. Faktor penghambatnya keterbatasan sumber daya, stigma museum kuno, dan persaingan destinasi lain. Kesimpulannya, strategi komunikasi yang terencana berhasil membangun realitas baru museum sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik dan meningkatkan minat kunjungan.
Copyrights © 2026