Kevakuman layanan Pendidikan Anak Usia Dini di wilayah pedesaan masih menjadi permasalahan yang belum banyak dikaji secara mendalam, khususnya terkait dinamika penyebab dan strategi pemulihannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab, dampak, serta upaya pemulihan layanan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan 13 informan yang terdiri atas perangkat desa, pengelola PAUD, tenaga pendidik, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevakuman layanan PAUD disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kualifikasi tenaga pendidik, minim dan tidak stabilnya insentif, serta keterbatasan pendanaan operasional. Kondisi ini berdampak pada penurunan perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak. Upaya pemulihan telah dilakukan melalui pembangunan gedung dan pengaktifan kembali layanan, namun belum optimal karena keterbatasan kualitas tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan dinamika kevakuman layanan PAUD secara kontekstual serta strategi pemulihan berbasis komunitas pedesaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif melalui peningkatan kualitas pendidik, pemenuhan sarana, serta penguatan kolaborasi dan pendanaan.
Copyrights © 2026