Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital yang terjadi dalam segi pelayanan publik melalui implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini, fokus utama ditujukan pada evaluasi proses transisi dalam pelayanan yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat dalam kerangka digital government. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Implementing Public Policy oleh George C. Edwards III karena relevan dalam menjawab pertanyaan terkait implementasi transformasi IKD dari konvensional menjadi digital dengan aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Dalam hal ini, pengumpulan data dilakukan melalui dua cara, yakni dengan melakukan wawancara secara mendalam oleh Kepala Seksi Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan serta dengan studi literatur dari buku, jurnal, e-book, laporan, dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IKD di Jakarta Selatan telah melampaui target nasional dengan capaian sekitar 33%. Keberhasilan ini juga didukung oleh strategi sosialisasi dan edukasi masyarakat yang diterapkan Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan dengan integrasi layanan secara langsung. Meski demikian, terdapat tantangan yang dihadapi seperti jaringan internet tidak memadai, rendahnya literasi digital, dan maraknya modus berbasis WhatsApp yang menjadi hambatan utama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penguatan edukasi keamanan data yang memerlukan kolaborasi untuk memastikan transformasi digital yang aman dan inklusif.
Copyrights © 2026