Microgreens merupakan sayuran muda yang dipanen pada usia 7–14 hari setelah tanam dan memiliki densitas nutrisi serta antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan karakteristik morfologi berbagai jenis microgreens pada variasi media tanam. Eksperimen dilaksanakan di Aceh Utara pada Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (cocopeat tunggal; campuran arang sekam dan ecoenzyme; serta campuran kompos dan NPK), sedangkan faktor kedua adalah jenis sayuran (kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang akar, dan berat segar. Kangkung mencatatkan pertumbuhan tinggi dan panjang akar terbaik, sementara bayam menghasilkan berat segar dan berat akar tertinggi. Secara khusus, interaksi antara cocopeat dan kangkung memberikan hasil optimal pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan kombinasi media kompos-NPK dengan bayam memicu biomassa berat segar maksimal. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas produksi microgreens sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis komoditas dan karakteristik media tanam yang digunakan
Copyrights © 2026