Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Identifikasi Keragaman dan Dominasi Gulma Tanaman Jambu Mete (Anacardium Occidentale) telah Menghasilkan di Lahan Kering Resti Fadillah; Danar Hadisugelar; Faizal Shofwan Kusnendi; Septiarini Zuliati
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v7i2.9373

Abstract

Diversity and dominance of weeds is the first step in determining the success of weed control. This study aims to identify the diversity and dominance of weeds in cashew cultivation on dry land. This research was conducted from August 2022 to January 2023 in Belu Regency, NTT Province at an altitude of ± 450 meters above sea level (masl). The observed land is cashew cultivation land. Data collection was carried out by taking weeds in random sample plots of 8 points in each village. Sampling using a frame size quadrant 0.5 x 0.5 m. Weed samples were collected and identified per species according to weed groups, then calculated using the Summed Dominance Ratio to obtain weed dominance at each location. There are 18 weed families in cashew cultivation consisting of one nut weed, three grass weeds, and fourteen broadleaf weeds. The dominant weed family under cashew stands is Hyptis suaveolens, which is in the Lamiaceae family, with Fabaceae being the Desmodium adsendens species. Because the value of C = 31.97% < 75%, weed communities in the Wedomu and Kabuna locations are different. Thus, weed control in the Wedomu and Kabuna locations is different. In the Wedomu location, the dominant weeds were Elausin indica with an SDR of 26.98%, which were narrow leaf weeds, annuals, suggested for mechanical control and plowing, as well as application of contact herbicides. Hyptis suaveolens is more dominant in the Kabuna location with an SDR of 17.90%, which is an invasive weed for control suggestions when it has not yet entered its flowering period, is plowed, removed, then chemically controlled.  
Penyuluhan Pengenalan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan di Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe J, Jamidi; Wirda, Zurrahmi; K, Khaidir; U, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10575601

Abstract

Konsep pertanian ramah lingkungan merupakan sebuah konsep yang menerapkan teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip ekologis di bidang pertanian sehingga tidak merusak lingkungan tetapi mampu meningkatkan produksi tanaman. Sistem pertanian ramah lingkungan sebenarnya telah banyak diterapkan oleh masyarakat tani, antara lain pertanian konservasi dengan tanpa olah atau olah tanah minimum, pengelolaan tanaman terpadu, penerapan jajar legowo super, pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu, sistem integrasi tanaman-ternak bebas limbah, dan pertanian organik. Pengenalan dan penerapan konsep pertanian ramah lingkungan bukan hanya perlu diketahui dan diterapkan oleh masyarakat tani, tetapi semua kalangan termasuk siswa atau pelajar. Kegiatan dilaksanakan terhadap siswa Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe pada tanggal 13 Mei 2023 dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan tersebut diharapkan siswa mengenal dan mampu menerapkan kegiatan pertanian dalam skala kecil dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Dengan demikian setiap siswa memahami potensi-potensi lokal yang ada di sekelilingnya dan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman yang ditanam. Hal ini berlaku juga untuk menghadapi serangan dari organisme pengganggu tanaman yang menyerang tanaman yang mereka kelola. Potensi lokal tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Hasil penyuluhan yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya respon positif dari setiap siswa yang ditandai dengan tingginya minat siswa yang bertanya seputar masalah dalam kegiatan budidaya tanaman yang mereka dan keluarga lakukan.
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI LONG BERRY DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Studi Kasus Home Industry Kawa Gayo) Nasution, Wahyu Isnanda; Puarada, Sakral Hasby; Yanto, Nopri; Zuliati, Septiarini; Hidayatsyah, Hidayatsyah
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i1.1351

Abstract

This research aims to compare the value-added in the production of green bean long berry coffee variants in Kawa Gayo home industry in Central Aceh Regency with the production of long berry coffee powder variants that are ready to be brewed and consumed. This value-added analysis research uses the Hayami method. Sample determination in this research uses purposive sampling method where the researcher relies on their own judgment when selecting population members to participate in this research. The data used in this research include primary data and secondary data. The results of the research show that the value-added of the green bean long berry coffee variant is greater than that of the long berry coffee powder variant, with a value-added amounting to Rp. 8,500. This is in line with the total profit obtained by Kawa Gayo home industry through the production of green bean long berry variant, which is greater with a total profit of Rp. 116,000 compared to the production result of long berry coffee powder variant. Besides the scale of the business, the factors influencing the greater value-added of the green bean long berry variant are influenced by the low contribution of other inputs, as Kawa Gayo home industry uses very few third parties in its production activities.
Pendampingan Persiapan Olimpiade MIPA di Dayah Terpadu Al Muslimun Lhoksukon Hidayat, Amam Taufiq; Widya, Widya; Muttakin, Muttakin; Fadieny, Nurul; Zuliati, Septiarini; Elisyah, Nur
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15696

Abstract

Pertimbangan pada penilaian SNBP dan SPAN-PTKIN sebagai salah satu jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi selain daripada rapor dari kelas X-XII SMA/MA sederajat adalah prestasi siswa di bidang akademik dan non akademik di luar penilaian rapor. Salah satunya adalah prestasi pada keikutsertaan dalam bidang olimpiade. Salah satu jenis olimpiade bidang akademik yang menjadi salah satu pertimbangan jalur SNBP dan SPAN-PTKIN adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kompetisi sejenis juga banyak dilakukan oleh PT di Indonesia yang beberapa diantaranya memberikan tiket masuk PT tersebut jika memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. OSN mempunyai tahapan-tahapan seleksi mulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota, seleksi tingkat provinsi dan seleksi tingkat nasional. Materi uji yang diberikan dalam kompetisi tersebut secara umum berada pada satu tingkat di atas dari jenjang pendidikan peserta. Berdasarkan tahapan seleksi dan materi uji dalam kompetisi tersebut tentunya dalam target mencapai prestasi terbaik dalam keikutsertaan pada kompetisi tersebut diperlukan pendampingan intensif dan berkelanjutan. Diharapkan melalui pendampingan pelatihan persiapan peserta didik dalam mengikuti kompetisi bidang akademik peserta didik akan mempunyai  pandangan awal terkait bahan yang akan diujikan sehingga mampu memetakan bahan uji yang harus disiapkan. Lebih lanjut, dengan pendampingan tersebut dapat memberikan kesiapan secara mental sebelum mengahadapi kompetisi. Dayah Terpadu Al Muslimun Lhoksukon merupakan salah satu yayasan pendidikan di kota Lhoksukon yang di dalam terdiri dari beberapa jenjang pendidikan, mulai dari tingkat MIS hingga MAS. Hasil wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum menyebutkan bahan yang diujikan pada olimpiade MIPA tergolong berat sehingga sulit mencapai prestasi akademik di bidang tersebut. Sehingga peserta didik perlu diarahkan dan dibimbing dalam mengerjakan berbagai jenis soal latihan yang dapat membiasakan siswa dalam menghadapi soal-soal tes seleksi. Hasil kegiatan pengabdian ini membantu pihak sekolah dan siswa untuk mengetahui persebaran materi olimpiade MIPA dan memberikan gambaran serta teknik efektif dalam mengerjakan soal olimpiade MIPA. Sehingga kegiatan ini dapat membantu meningkatkan persiapan sekolah dalam mengejar prestasi akademik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional ataupun internasional.  
Pentas Seni Dalam Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Di UPTD SD Negeri 8 Gandapura Fadieny, Nurul; Nasution, Wahyu Isnanda; Zuliati, Septiarini; Ginting, Reza Pahlevi; Hidayatsyah, Hidayatsyah; Sudirman, Sudirman
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/xpxtpd26

Abstract

Pentas Seni di UPTD SD Negeri 8 Gandapura merupakan inovasi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman dan motivasi belajar peserta didik melalui kegiatan seni yang kreatif dan berakar pada budaya lokal. Acara ini bukan hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengeksplorasi potensi kreatif peserta didik dalam berbagai bentuk seperti puisi, pidato, mewarnai, dan menyanyi. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam setiap kompetisi, pentas seni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan bakat mereka sambil memperdalam pemahaman terhadap budaya mereka. Melalui partisipasi aktif dalam pentas seni, peserta didik tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbahasa, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kreatif. Acara ini menciptakan suasana belajar yang menginspirasi dan menyenangkan, merangsang semangat peserta didik untuk mencapai potensi terbaik mereka. Oleh karena itu, pentas seni telah terbukti berhasil dalam memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta memperkuat kreativitas peserta didik sebagai bagian penting dari pendidikan di UPTD SD Negeri 8 Gandapura.
Peran Biochar Sekam Padi Sebagai Bahan Ameliorasi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Kacang Tanah Yusuf Nurdin, Muhammad; Usnawiyah, Usnawiyah; Handayani, Rd. Selvy; Zuliati, Septiarini; Ulham, Hafizah; Tumangger, Karina
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20618

Abstract

Masalah utama pada komoditas kacang tanah saat ini adalah rendahnya tingkat produksi akibat faktor degradasi tanah dan kurangnya nutrisi. Untuk mengatasi kondisi ini, penggunaan biochar sebagai bahan ameliorasi yang dapat memperbaiki kondisi fisik terutama struktur dan aerasi yang mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan biochar dan penggunaan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah Biochar (B), terdiri dari: B0: 0 g/tanaman, B1: 65 g/tanaman, B2: 130 g/tanaman. Faktor II adalah varietas (V), V1: Kelinci, V2: Hypoma-1, V3: Kancil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara aplikasi biochar sekam padi dan penggunaan beberapa varietas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. pemberian biochar 130 g/tanaman atau 10 ton/ha memberikan nilai terbaik pada setiap peubah yang diamati. Sedangkan pada penggunaan varietas, nilai tertinggi pertumbuhan didapatkan pada varietas kancil, tetapi pada komponen produksi tertinggi didapatkan pada varietas hypoma 1, serta tidak terdapat interaksi antara penambahan biochar dan penggunaan varietas.
Aplikasi Eco Enzyme Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Ismadi, Ismadi; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Nasution, Wahyu Isnanda; Handayani, Turi; Nazaruddin, M.; Br Sitepu, Cindy Cahyani
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20676

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran prioritas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebaliknya peningkatan produksi bawang merah tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan pupuk organik eco enzyme yang banyak mengandung unsur hara penting bagi kesuburan tanah dan biochar sekam padi sebagai bahan amelioran yang dapat memperbaiki karakteristik tanah. Penelitian ini menggunakan bawang merah varietas Sanren dengan susunan rancangan acak kelompok  menggunakan 2 faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian eco enzyme yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0: anpa pemberian eco enzyme, E1:pemberian 10 ml/l eco enzyme, dan E2 : pemberian 20 ml/l eco enzyme. Faktor kedua yaitu konsentrasi biochar dengan 3 dosis yaitu B0:tanpa pemberian biochar, B1:pemberian 15 ton/ha biochar, dan B2:pemberian 20 ton/ha biochar. Beberapa variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi per rumpun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi eco enzyme berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun serta hasil berat kering umbi per rumpun. Aplikasi biochar berpengaruh pada hasil diameter umbi per rumpun, jumlah umbi, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Aplikasi eco enzyme dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Tanaman Apotek Hidup Dalam Memanfaatkan Lahan Pekarangan Di UPTD SD Negeri 8 Gandapura Fadieny, Nurul; Nasution, Wahyu Isnanda; Zuliati, Septiarini; Ginting, Reza Pahlevi; Hidayatsyah, Hidayatsyah; Sudirman, Sudirman; Januarini, Erna
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s0wwx260

Abstract

Pembelajaran berbasis lingkungan memiliki peran penting di sekolah untuk membentuk generasi yang peduli dan berkelanjutan. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah adalah melalui penanaman tanaman apotek hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman civitas sekolah, termasuk siswa, guru, serta masyarakat sekitar, mengenai pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman apotek hidup beserta khasiatnya, serta memberikan pengetahuan tentang cara penanaman yang tepat. Terdapat tiga tahap yang dilakukan dalam penanaman apotek hidup di pekarangan UPTD SD Negeri 8 Gandapura, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi serta monitoring. Tanaman yang menjadi fokus meliputi jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan serai. Penanaman apotek hidup di pekarangan sekolah memberikan wawasan mendalam mengenai khasiat serta perawatan tanaman obat. Kegiatan ini memberikan dampak positif dengan mengoptimalkan penggunaan lahan kosong di pekarangan sekolah, sekaligus menjadi media pembelajaran praktis bagi siswa di UPTD SD Negeri 8 Gandapura melalui tanaman apotek hidup. Tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika UPTD SD Negeri 8 Gandapura untuk pengadaan obat-obatan herbal di sekolah.
APLIKASI ECO-ENZYME DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Sitepu, Cindy Cahyani Br; Ismadi; Nasution, Wahyu Isnanda; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Handayani, Turi
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i2.13412

Abstract

The increase in shallot production is not followed by an increase in productivity. In this regard, productivity needs to be increased through fertilization using eco enzyme organic fertilizer and biochar which contain many important nutrients for soil fertility. This research used a Randomized Block Design (RBD) arranged factorially and had three replications. The first factor was the addition of Eco enzyme consisting of 3 levels, namely E0 = without addition of eco-enzyme, E1 = addition of 10 ml/l eco-enzyme, and E2 = addition of 20 ml/l eco-enzyme. The second factor was the concentration of biochar with 3 doses, namely B0 = without addition of biochar, B1 = addition of 15 tons/ha biochar, and B2 = addition of 20 tons/ha biochar. Some of the variables observed were plant height, number of leaves, diameter of tubers per cluster, number of tubers per cluster, wet weight of tubers, and dry weight of tubers. The results showed that the application of eco-enzyme affected the growth parameters of plant height and number of leaves as well as the results of dry weight of tubers per clump. The application of biochar affected the observation parameters of tuber diameter per clump, number of tubers, wet weight of tubers, and dry weight of tubers. The combination of eco-enzyme and rice husk biochar treatments has not shown a significant interaction effect on the growth and yield of shallots.Keywords: Shallots, Eco-enzyme, Biochar, Rice husk
Pemanfaatan Limbah Sapi sebagai Pupuk Organik untuk Peningkatan Produktivitas Lahan Hortikultura di Desa Cut Neuheun Kabupaten Aceh Utara Fibarzi, Wiza Ulfa; Fadieny, Nurul; Zuliati, Septiarini; Nasution, Wahyu Isnanda
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0t1wvd83

Abstract

Limbah merupakan suatu hal yang sudah tidak mempunyai kadar nilai dan kandungan manfaat ekonomi, selain itu limbah pun dirasa sebagai salah satu pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah peternakan dan pertanian menjadi produk berdaya guna dan bernilai ekonomis merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Cut Neuheun bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna pengolahan limbah peternakan dan perkebunan menjadi pupuk organic yang akan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di kampung ini. Kegiatan PkM ini melibatkan kelompok tani/ternak dan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Malikussaleh peserta praktek kerja lapang yang berlangsung selama satu bulan. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pendekatan kepada masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi/percontohan (demplot) dan pendampingan. Kegiatan ini mencakup penyuluhan dan praktik pembuatan kompos. Hasil kegiatan PkM menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan dalam pengelolaan limbah dan pembuatan kompos. Masyarakat terlibat secara aktif pada seluruh kegiatan dan kelompok tani ternak melakukan praktik pembuatan kompos secara mandiri setelah kegiatan selesai. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa kegiatan ini layak dilanjutkan dan dipertahankan karena dianggap menguntungkan.