Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun permasalahan kemiskinan, khususnya di wilayah perdesaan, masih menjadi tantangan utama. Ketimpangan antara desa dan kota serta keterbatasan akses ekonomi menyebabkan masyarakat desa lebih rentan terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebagai salah satu kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dan memberdayakan masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Padat Karya Tunai Desa dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, serta dokumen resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa PKTD memiliki dampak positif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan partisipasi masyarakat desa. Namun, efektivitasnya masih terbatas karena bersifat jangka pendek, keterbatasan anggaran, serta kendala dalam implementasi seperti kapasitas aparatur desa dan rendahnya partisipasi masyarakat. Dengan demikian, Program Padat Karya Tunai Desa dapat menjadi instrumen yang cukup efektif dalam mengurangi tekanan ekonomi masyarakat miskin, namun belum mampu menanggulangi kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026