Pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa telah menjadi salah satu tujuan penting dalam pendidikan sains abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada topik Hakikat Sains melalui wawancara guru dan kuesioner siswa. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran deskriptif yang melibatkan satu guru IPA dan tiga puluh siswa SMP di Jember, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan PjBL melalui lima tahap utama: orientasi masalah, perencanaan proyek, pelaksanaan, presentasi, dan evaluasi. Siswa menunjukkan tingkat keterlibatan, kolaborasi, dan pemikiran reflektif yang tinggi selama kegiatan proyek. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa mencapai 82,5%, yang dikategorikan tinggi. Data kualitatif mendukung hasil ini, menunjukkan bahwa PjBL mendorong siswa untuk menalar, menganalisis, dan mengevaluasi fenomena ilmiah secara lebih mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL merupakan pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman sains siswa dalam pendidikan sains. Temuan ini menyarankan bahwa integrasi PjBL dalam praktik pembelajaran dapat mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna, berbasis inkuiri, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026