Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.
Copyrights © 2026