Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMILIHAN LENSA KONTAK LUNAK YANG TEPAT UNTUK KLIEN DRY EYE SYNDROME Faizar, Fathia Azzahra; Kartikawati, Atti; Sahel, Sahel; Yati, Fitri
Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2024): Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sch.v5i1.11193

Abstract

Pemilihan lensa kontak yang tepat sangat diperlukan apalagi untuk penderita dry eye syndrom, Pemilihan lensa kontak lunak bagi klien dengan Dry Eye Syndrome (DES) memerlukan material berdaya serap air rendah seperti hidrogel atau silikon hidrogen. Lensa Kontak Preservatif Bebas dapat dipilih untuk klien sensitif terhadap pengawet kimia, mengurangi iritasi. Kelembaban tinggi pada lensa membantu mengatasi kekeringan mata pada DES. fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis (7) artikel yang cocok persyaratan dipilih untuk ditinjau sintesis. Dalam review sintesis ini, penulis Ulasan literatur berdasarkan tinjauan narasi. Bagi para penderita Dry Eye Syndrom diharapkan dapat memilih lensa kontak yang tepat agar tidak memperparah Dry Eye Syndrom. Selain itu kebersihan lensa kontak harus selalu diperhatikan agar tidak timbul iritasi yang dapat memperparah Dry Eye Syndrom.
Mengenal Pahlawan Daerah dan Nasional Indonesia Sebagai Edukasi Bagi Mahasiswa Vira, Alvira Prasasti; Syawhas , Dinda Khomsaini; Yati, Fitri; Zahra, Safira Az; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.355

Abstract

Pahlawan kemerdekaan nasional adalah pahlawan yang berjasa dan hidup atau berjuang di masa perjuangan kemerdekaan, dimana pada masa itu para pahlawan dengan rasa cinta tanah air berjuang mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajah dengan mempertaruhkan segalanya untuk membela bangsa Indonesia. Namun, pahlawan yang memiliki banyak nilai yang bisa diteladani makin terlupakan oleh generasi muda. Pengenalan sejak dini sangat dibutuhkan agar anak-anak dapat mengenal dan mengetahui pahlawan kemerdekaan nasional agar menjadi generasi yang lebih baik khususnya anak-anak yang ada di kota Bandung Tujuan dari perancangan yaitu untuk mengenalkan sejarah dan tokoh pahlawan kemerdekaan nasional yang berasal dari Bandung. Buku aktivitas merupakan media utama yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pahlawan kemerdekaan nasional yang berasal dari Bandung, dengan media pendukung berupa perpustakaan berjalan bertema “Bandung Heroes” yang nantinya akan datang kesekolah-sekolah yang ada di Bandung. Perancangan ini pun menggunakan beberapa metode analisis seperti metode wawancara kepada nara sumber terkait, penyebaran kuesioner, studi pustaka, dan observasi lapangan.
Correlation Between Level of Parental Knowledge About Visual Acuity and The Incidance of Retractive Errors in Children with Disabilities in Mawar Putih Special School Shinta Amelia Astuti; Yati, Fitri; Triatmono, Rumpoko; Fajriyah, Anidaul
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2185

Abstract

Refractive error of the eye is a condition where the image is firm. It is not formed on the retina but on the front or back of the yellow spot and is not located at a single sharp point. Knowledge is one of the factors that plays a role in developing a person's health. The aim of this study was to analyze the relationship between the level of parental knowledge about visual acuity and the incidence of eye disorders in children with disabilities. The aim of this study was to analyze the relationship between the level of parental knowledge about visual acuity and the incidence of eye disorders in children with disabilities. This research is a descriptive correlation with a cross-sectional approach where research subjects were obtained using total sampling techniques (n=75). The relationship between parent level of knowledge about visual acuity and the incidence of eye disorders was analyzed using the Spearman Rank test. There were 34 parents (45.3%) who had sufficient knowledge about sharp vision and 31 students (41.3%) who had myopia. The relationship between the two shows a p value = 0.033. Conclusion: There was a relationship between level of parental knowledge about visual acuity and the incidence of refractive errors in children with disabilities in Mawar Putih special school.
Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Deteksi Dini Gangguan Refraksi: Studi di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta Sahel; Haryanti, Suci; Kartikawati, Atti; Yati, Fitri; Astuti, Shinta Amelia
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.