ANTHOR: Education and Learning Journal
Vol 5 No 1 (2026): Anthor 2026

Tradisi Lisan Kasepuhan Cirompang dan Relevansinya terhadap Pembelajaran BIPA Berbasis Kesadaran Budaya (Cultural Awareness)

Aryadi, DC (Unknown)
Purwantiningsih, Sri (Unknown)
Nehe, Berita Mambarasi (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

Tradisi lisan masyarakat adat Kasepuhan Cirompang, seperti pamali, tahayul, petuah, dan prosa rakyat, merupakan warisan budaya yang mengandung nilai moral, sosial, ekologis, dan religius. Di tengah arus globalisasi, tradisi lisan tersebut menghadapi tantangan keberlanjutan, sekaligus belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Padahal, pembelajaran BIPA menuntut penguasaan bahasa yang disertai kesadaran budaya (cultural awareness) guna mendukung kompetensi komunikatif lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan nilai tradisi lisan Kasepuhan Cirompang serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran BIPA berbasis kesadaran budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain etnografis. Data diperoleh melalui dokumentasi teks tradisi lisan, wawancara dengan tokoh adat, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan interpretasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan Kasepuhan Cirompang memuat nilai-nilai ketaatan terhadap norma, etika berbahasa, keharmonisan sosial, penghormatan terhadap alam, dan keselarasan antara agama, adat, dan negara. Nilai-nilai tersebut relevan sebagai materi autentik pembelajaran BIPA untuk meningkatkan pemahaman budaya lokal Indonesia dan kompetensi interkultural pembelajar asing. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi tradisi lisan Kasepuhan Cirompang dalam pembelajaran BIPA berkontribusi pada penguatan kesadaran budaya sekaligus pelestarian kearifan lokal.

Copyrights © 2026