Pola kunjungan dan pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan cerminan perilaku kesehatan masyarakat sekaligus indikator efektivitas program promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kunjungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas X Kota Parepare sepanjang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari 12 laporan bulanan kegiatan pelayanan Kesgilut periode Januari hingga Desember 2025. Variabel yang dianalisis meliputi pola kunjungan pasien, profil penyakit berdasarkan ICD-10, jenis tindakan perawatan, dan pola rujukan. Hasil penelitian menunjukkan total 2.229 kunjungan dengan dominasi kunjungan lama (90,6%) dan pasien perempuan (73,4% pada kunjungan lama). Kunjungan ibu hamil hampir tidak tercatat sepanjang tahun (hanya 2 kunjungan). Penyakit pulpa dan jaringan perapikal (K04) menjadi diagnosis terbanyak (65,7%). Pencabutan mendominasi tindakan perawatan dengan rasio tumpatan terhadap pencabutan sebesar 1:78, jauh di bawah standar minimal 1:1. Premedikasi tercatat sebanyak 685 kasus dan rujukan ke rumah sakit sebanyak 452 kasus (20,3%). Pola-pola ini secara konsisten mengindikasikan perilaku pencarian layanan kesehatan gigi yang bersifat reaktif dan rendahnya pemanfaatan layanan preventif. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi promosi kesehatan gigi berbasis komunitas yang lebih terarah, termasuk integrasi skrining gigi dalam posyandu, edukasi deteksi dini, dan penguatan peran kader kesehatan.
Copyrights © 2026